Pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi telah sukses dilaksanakan oleh Tim Helov kepada SLB Satria Galdin yang berlokasi di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut didasari oleh ditemukannya permasalahan bahwa SLB Satria Galdin membutuhkan teknologi yang dapat mempermudah proses asesmen dan sarana untuk berkolaborasi bersama orang tua. Sebelumnya SLB Satria Galdin melakukan asesmen secara manual dengan menggunakan lembaran-lembaran kertas, sehingga guru kesulitan dalam mencatat perilaku belajar yang muncul karena harus mencari lembar pencatatan. Selain itu, data hasil asesmen tersebut tinggi akan resiko hilang, rusak, dan berceceran. Lebih lanjut, informasi mengenai data hasil asesmen diberikan kepada orang tua siswa dengan menunggu akhir semester tiba karena membutuhkan waktu untuk diolah secara manual dan tidak adanya media penyebaran informasi yang efektif, padahal monitoring perkembangan dan pemberian stimulasi bagi anak berkebutuhan khusus merupakan tanggung jawab bersama antara pihak sekolah dan orang tua siswa.

erdasarkan problematika tersebut Tim Helov yang terdiri dari Akwan Cakra Tajimalela (RPL Kampus UPI di Cibiru 2022) sebagai ketua, Krisna Santosa (RPL Kampus UPI di Cibiru 2022), Anisa Rohmah Hasanah (PGSD Kampus UPI di Cibiru 2022), Indri Salsabila (PGSD Kampus UPI di Cibiru 2022), dan Tiara Nazwa Nurazizah (Pendidikan Multimedia Kampus UPI di Cibiru 2023) dalam bimbingan Triana Lestari, S.Psi., M.Pd. sebagai dosen pendamping menciptakan sistem informasi CekRek (Cek Rekomendasi) sebuah produk inovasi yang dapat membantu mempermudah proses asesmen bagi anak autisme dengan menggunakan intrumen M-Chart-R/F. Digitalisasi tersebut meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan asesmen karena pencatatan dilakukan dengan satu perangkat, grafik perkembangan anak juga dimunculkan sejalan dengan data yang dimasukkan, sehingga orang tua dapat secara realtime memonitoring sejauh mana perkembangan anak mereka melalui proses asesmen yang dilakukan guru di sekolah. Sistem informasi CekRek juga secara otomatis memberikan rekomendasi aktivitas harian yang dapat dilakukan orang tua kepada anak di rumah dengan tanpa membutuhkan tambahan biaya.
Sistem informasi CekRek tersebut dikembangkan dengan metode SDLC (Software Development Life Cycle) yang merupakan kerangka kerja atau metodologi yang digunakan untuk merencanakan, membuat, menguji, dan mendistribusikan perangkat lunak. Metode ini menyediakan struktur yang jelas untuk pengembangan software dengan tujuan memastikan perangkat lunak berkualitas tinggi dan memenuhi kebutuhan pengguna, dan telah dilakukan uji validasi oleh tiga ahli teknologi informasi dengan hasil layak digunakan. Adapun rekomendasi aktivitas harian untuk menstimulasi perkembangan anak yang secara otomatis diberikan oleh sistem merupakan hasil studi literatur menggunakan flatform publish or perish dan telah dilakukan uji validitas konten oleh guru-guru di SLB Satria Galdin.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dibawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2024. Respon positif juga diberikan oleh sejumlah guru dan orang tua setelah pelaksanaan pelatihan, pemberdayaan, dan pendampingan penggunaan IPTEK dilaksanakan pada Jumat, 05 Juli 2024. Danisha, Spd. sebagai salah satu pendidik di SLB Satria Galdin memaparkan bahwa “Sistem infomasi ini menjadi sebuah inovasi penerapan digital dalam asesmen yang berbasis Asistif ini sangat bagus sekali karena membantu mempermudah para guru yang sebelumnya masih menggunakan asesmen secara manual menjadi digital”. Tidak hanya bagi guru, orang tua siswa juga turut memperoleh manfaat dari inovasi yang dikembangkan, hal tersebut sejalan dengan pendapat salah seorang wali siswa yang mengatakan “Saya sebagai orang tua merasa terbantu dengan adanya sistem informasi ini karena sekarang merupakan zaman yang serba digital sehingga lebih memudahkan kita sebagai orang tua dalam mengontrol aktivitas anak-anak kita yang berkebutuhan khusus.”

Saat ini Sistem Informasi CekRek telah terdaftar dalam HKI (Hak Kekayaan Intelektual) program komputer dengan tujuan untuk mendukung kreativitas serta inovasi yang telah dilaksanakan dan melindungi dari hal yang tidak diinginkan, termasuk plagiasi karena adanya pontensi penggunaan Sistem Informasi CekRek bagi SLB-SLB Sejenis. Di era teknologi saat ini sudah selayaknya teknologi diintegrasikan terhadap pendidikan termasuk pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Digitalisasi yang mempermudah proses asesmen bagi anak autisme dapat mendukung terciptanya SDGs poin pendidikan berkualitas karena pemberian intervensi bagi anak dapat lebih dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan keaadaan anak.
