Dalam upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas tentu banyak hal yang perlu diperhatikan. Pada satuan pendidikan sekolah dasar, kebutuhan dan kemampuan literasi bagi siswa sangat penting. Mengingat bahwa menurut Program for International Student Assessment (PISA) yang diselenggarakan oleh OECD, Indonesia menjadi negara yang masih rendah tingkat literasinya yakni berada pada urutan ke – 62 dari 70 negara. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam menumbuhkan minat baca siswa Indonesia. Salah satu program yang telah dijalankan yakni melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang telah digulirkan sejak tahun 2016.
Berkaitan dengan hal itu, Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru di prodi PGSD juga mengadakan program MBKM tingkat Prodi. Dimana seluruh kegiatan belajar mahasiswa diarahkan untuk terjun langsung ke berbagai satuan pendidikan dasar (SD) untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi SD di berbagai daerah.
Shofi Nurul Hikmah, Mahasiswa UPI dengan program studi PGSD adalah salah satu anggota dari kelompok FERADIVA yang dibimbing oleh Muh. Husen Arifin, S.E. M.Pd selaku dosen pembimbing lapangan, selama kurang lebih 4 bulan di SDN Sukarasa Kabupaten Cileunyi. Kegiatan MBKM ini dilaksanakan secara berkelompok dengan tim FERADIVA yaitu Diki Somantri, Evi Maylitha, Syakira Hanifa, dan Syva Lestiyani Dewi.
SDN Sukarasa ini dipilih menjadi tempat MBKM kelompok FERADIVA karena letak yang tidak jauh dari daerah tempat tinggal. Dalam memperingati hari buku nasional yang jatuh pada tanggal 17 Mei 2023, maka tim MBKM FERADIVA menyusun berbagai program untuk sekolah. Salah satu program yang dirancang adalah mengadakan “Wall of Knowledge” yang artinya dinding pengetahuan.
Program tersebut dilatar belakangi oleh sebuah permasalahan yang ada di SDN Sukarasa yaitu sekolah belum memiliki fasilitas dan layanan perpustaakaan yang memadai. Permasalahan tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi aktivitas siswa dalam mengembangkan minat berliterasi. Berawal dari tidak adanya ruangan yang memadai untuk perpustakaan pun ternyata buku yang sudah ada nyatanya belum mencukupi kebutuhan siswa – siswinya.
Hal itu disebabkan karena perpustakaan yang ada hanya di dominasi dengan buku – buku paket tematik kelas 1 – 6. Sehingga, tidak banyak buku yang berkaitan untuk menambah wawasan dan imajinasi siswa seperti buku cerita, buku ensiklopedia, dan lain – lain.
Dinding pengetahuan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi di sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan, dinding pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam memberikan akses terhadap siswa dengan pengadaan buku dan sumber informasi yang relevan, sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan membaca dan menulis dengan baik. Selain itu, pengadaan dinding pengetahuan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan perkembangan psikologi siswa SD. Dimana siswa SD akan lebih tertarik minat bacanya apabila disediakan berbagai jenis buku yang memiliki warna dan gambar yang menarik.
Hal ini sejalan dengan beberapa gagasan yang mendukung tentang pentingnya pengadaan buku melalui dinding pengetahuan (Wall of Knowledge) yakni diantaranya sebagai berikut:
1. Gagasan dalam Teori Humanistik, yang menyatakan bahwa seseorang memiliki kebutuhan terkait pengembangan diri dan pemahaman dunia sekitarnya. Dengan begitu, maka akses terhadap sumber informasi yang relevan sangat dibutuhkan yakni salah satunya melalui buku bacaan di sekolah.
2. Teori Sosiokultural, yang menyatakan bahwa penting sekali interaksi sosial dalam pembelajaran dan perkembangan diri seseorang. Maka dalam konteks literasi, interaksi siswa dengan buku dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik tentang konsep dasar.
3. Gagasan literasi sebagai hak asasi manusia, dianggap demikian sebab memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan seseorang dan masyarakat. Pengadaan buku melalui dinding pengetahuan (Wall of Knowledge) merupakan upaya dalam memenuhi hak tersebut karena dapat memberikan akses seseorang dalam memperoleh ilmu dan kemampuan literasi yang diperlukan untuk mengembangkan diri dalam berpartisipasi di masyarakat.
Dengan demikian, melalui gagasan tersebut dan latar belakang yang ada maka program Wall of Knowledge ini dibuat dengan tujuan untuk menjadi solusi terhadap permasalahan literasi yang ada di sekolah SDN Sukarasa dan dapat meningkatkan minat baca khususnya bagi siswa – siswinya. (*)
